Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
Hubungi Kami
Kamis, 03 September 2026

Katanya demi pendidikan, tapi kok jadinya begini?
Oleh Admin - Rafki Mauliadi, A.Md.T.,S.Kom.,M.Kom | Kamis, 29 Mei 2025
Bagikan :

Katanya demi pendidikan, tapi kok jadinya begini? Rp 9,9 triliun digelontorkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) buat beli laptop. Ini adalah program pengadaan yang dijalankan pada 2019-2022 untuk proses digitalisasi sekolah. Sayangnya, laptop-laptop yang dibeli itu seperti cinta tanpa sinyal. Chromebook yang butuh internet di tempat yang bahkan sinyal WhatsApp saja putus-putus.

Alih-alih ngasih solusi, proyek pengadaan laptop ini justru bikin heboh. Kejaksaan Agung menemukan pemufakatan di balik layar, dari pemilihan spesifikasi yang “dipaksakan”, sampai dugaan kongkalikong demi mulusnya proyek. Tim teknis pun diduga diarahkan bikin kajian seolah-olah semua baik-baik saja.

Lucunya lagi, dua stafsus mantan Mendikbud ikut disorot. Apartemennya digeledah, cari petunjuk apakah laptop-laptop itu benar barang ajaib, atau cuma kedok buat proyek yang nguntungin segelintir orang.

Digitalisasi? Bagus. Tapi kalau caranya begini, kita justru sedang mendidik generasi untuk paham satu pelajaran penting bahwa proyek bisa jadi peluang, bukan buat belajar, tapi buat “bermain”. Ah sudahlah.

Infografis Kejaksaan

Tweeter Kejaksaan